Dewasa adalah Pilihan

dalam Cerita

Dewasa adalah Pilihan

Kalau dihitung-hitung dari 21 April 1995 sampai dengan sekarang umurku telah mencapai lebih dari 21 tahun atau aku sudah hidup selama 7819 hari atau lebih spesifiknya 675,561,600 detik. Dulu waktu kecil aku dan mungkin juga kamu ketika umur masih belasan tahun ataupun dibawah sepuluh tahun pernah berharap untuk lekas menjadi dewasa alias menjadi orang dewasa.

Ya pemikiran itu juga datang mungkin dari beberapa anak pada usia tersebut. Yang ada dalam pikiranku saat itu ketika aku telah dewasa maka aku telah dinyatakan sah dapat menikmati segala jenis dan tetek bengek kehidupan orang dewasa. Lucu memang, berharap pada sebuah kedewasaan.

Tapi semuanya terbalik, ketika umur semakin bertambah pemikiran berubah untuk kembali menjadi anak kecil dan menikmati segala keceriaan saat itu. Tidak ada pikiran untuk bekerja, bersusah-susah mencari kerja, berusaha menjadi terbaik dari yang paling baik yang ada hanya pemikiran untuk bermain bersama kawan dan menghabiskan waktu sepulang sekolah hanya untuk bersepeda keliling komplek atau mancing bersama.

Menarik bukan ketika kita dapat kembali ke masa kecil ? Tanpa harus memikirkan tetek bengek orang dewasa yang ribet ‘ini’.

Tapi kembali lagi, menua dan menjadi dewasa adalah pilihan.

Berkembang

Salah satu yang dirasakan saat mengalami masa transisi tersebut adalah menentukan kemana perkembangan diri kita akan pergi. Tetap dengan pola ketika kita masih kecil atau telah memikirkan mau menjadi apa kita nantinya ? Pilihan yang sulit memang, sepertinya baru kemarin kita masuk SMA kemudian harus berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi dan menentukan keputusan ‘sakral’ yang akan membawa kita menjadi apa nantinya.

Selera

Aku masih ingat betul ketika dulu masih di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), guruku pernah bercerita ketika umur kita semakin bertambah maka berubah juga selera kita. Mungkin kita yang dulu lebih suka membaca komik tiap harinya tapi semakin bertambahnya usia dan kedewasaan membaca portal berita mungkin menjadi sebuah kebutuhan di setiap awal hari.

Perhitungan

Segala sesuatu akan selalu diperhitungkan baik atau buruk sampai dengan hemat atau boros. Karena semakin bertambahnya kedewasaan orientasi kita tidak lagi ‘diri kita sendiri’ melainkan kita akan mulai memikirkan orang tua,  orang terkasih, teman, dan lain sebagainya.

‘Bijaksana’

Setiap orang itu ‘bijaksana pada versinya’. Kenapa aku bilang begitu ? Karena memang tiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga sering ketika orang yang kita kira marah pada kita ternyata dia bermaksud perhatian.

A + B = ?

Pendewasaan juga menimbulkan pola pikir yang tergolong rasional dengan mempertimbangkan segala sebab akibat sehingga tiap apa yang dilakukan selalu masuk dalam sebuah perhitungan panjang dan rumit mengaitkan pengalaman diri sendiri, orang lain sampai dengam metode-metode keilmuan 😀

Kembali lagi, ‘Dewasa adalah Pilihan’. Mau menjadi sedewasa apakah kamu ? Karena memang setiap orang memiliki versinya tersendiri.

Featured image : http://iloveyouquotesforyou.tumblr.com

 

Bagikan artikel di :

Tulis Komentar

Komentar