dalam Cerita, Kuliah

Tidak terasa ya sekarang telah memasuki bulan Oktober 2016. Seperti bulan-bulan sebelumnya dan seperti yang diajarkan saat SMA bisa dibilang bulan ini sudah mulai memasuki musim penghujan. Hal ini ditandai dengan bertambahnya intensitas hujan yang turun.

Oh ya, di postingan ini aku tidak bermaksud membahas hujan dan kenangan yang datang saat hujan tersebut turun, bukan sekali lagi bukan! Aku akan membahas beberapa cerita dan tips untuk kamu yang sering berpergian saat hujan tiba baik berangkat atau pulang kerja, kuliah, sekedar bermain, atau jalan berdua dengan pacar tercinta #eh

Bulan lalu aku sempat bercerita mengenai Install Git Version Controlling di Ubuntu 16.04  bukan maksudku kembali membahas bagaimana cara menginstall Git melainkan pengalaman yang aku dapatkan karena menggunakan Git tersebut.

Nah, awal cerita dimulai ketika aku harus berangkat kuliah pagi – pagi sekali (seperti biasanya). Karena jarak rumahku dengan kampus kurang lebih 20Km, paling tidak aku harus berangkat lumayan pagi yaitu sekitar jam 05.45. Pada hari itu cuaca memang sedang mendung apalagi malam harinya tidak terjadi hujan sama sekali. Karena waktu berangkat dari rumah cuaca hanya mendung, akhirnya aku berangkat tanpa menggunakan jas hujan.

Perjalanan pun berlanjut, aku lihat dari arah Surabaya (arah sebaliknya karena aku dari Sidoarjo) beberapa orang telah menggunakan jas hujan dan dalam keadaan basah kuyup. Bagi pengendara motor, itu berarti keadaan cuaca di sebrang sana pasti sedang hujan. Lagi-lagi karena aku belum merasakan setetes air hujan pun, aku tidak menghiraukan beberapa orang yang menggunakan jas hujan di pinggir jalan. Aku kemudian tetap melanjutkan perjalanan, selang beberapa meter ternyata tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Aku pun langsung bergegas menggunakan jas hujan dan memasukkan sepatuku ke dalam tas sekaligus menutup tasku dengan cover parasut.

Nahasnya, karena aku menggunakan motor “laki” aku sedikit kesulitan dan ribet untuk menggunakan jas hujan sekaligus memasukkan sepatu ke dalam tas dan menutup tasku dengan cover. Paling tidak aku butuh waktu sekitar 3 menitan untuk menggunakannya secara sempurna.

Cover Bag yang Mulai Rusak

Cover Bag yang Mulai Rusak

Setelah aku memakai jas hujan, aku melanjutkan perjalanan kembali. Santai saja, aku pikir seluruh barang-barang di tasku akan aman karena telah tertutup dengan cover. Setibanya di kampus, aku membuka seluruh isi tasku. Hal pertama yang aku cek adalah laptop yang berada di bagian belakang tas (tempat khusus laptop). Aku coba mengeluarkan laptopku tersebut dan kemudian….beberapa tetes air keluar dari dalam laptopku dan membasahi layarku. Aku coba menyalakannya, tapi… laptopku tidak menyala! Apalagi kondisi laptopku yang tidak pernah di shutdown alias hanya sleep.

Cocok! Laptopku tidak bisa menyala lagi setelahnya. Sempat aku bawa ke teknisi komputer di kampusku namun sepertinya harus mengganti beberapa komponen yang telah konslet dan tidak bisa digunakan. 🙁

Semenjak kejadian tersebut, aku sangat berhati-hati jika hujan turun. Bagaimana tidak, karena keteledoranku akhirnya laptopku tidak dapat digunakan dan harus membeli baru apalagi beberapa data project ada di laptop tersebut 🙁

Nah, aku punya beberapa tips jika hujan datang dan kamu sedang mengendarai sepeda motor di jalan.

Persiapan

Tampilan Accuweather Mi4i

Tampilan Accuweather Mi4i

Ini nih yang penting, sebelum hujan tersebut datang persiapkan dirimu untuk melewati hujan. Di era yang serba modern banyak cara kok supaya kamu bisa tau kira-kira sebentar lagi hujan atau tidak.

Tampilan Accuweather Mi4i Perjam

Tampilan Accuweather Mi4i Perjam

Kamu bisa cek lewat aplikasi ramalan cuaca di HP mu, paling tidak ini sedikit membantu. Beberapa HP canggih sekarang menyediakan fitur untuk melihat ramalan cuaca tersebut dan beberapa HP juga telah menanamkannya secara default.

Tampilan Accuweather Mi4i Lima Hari ke Depan

Tampilan Accuweather Mi4i Lima Hari ke Depan

Diatas merupakan tampilan aplikasi ramalan cuaca dari Xiaomi Mi4i, sepertinya menggunakan aplikasi pihak ketiga dari Accuweather. Aplikasinya cukup simple  dan gampang digunakan. Kalau ditanya akurat atau tidak, ya namanya juga ramalan cuaca. Paling tidak sebelum kita berencana untuk keluar sudah bisa dikira – kira kapan waktu yang tepat. Oh ya, fitur dari aplikasi ramalan cuaca tersebut bisa dibilang lengkap loh! Kamu bisa melihat ramalan cuaca dalam kurun waktu tertentu atau beberapa hari ke depan. Jadi lebih mudah bukan ?

Jangan Nunggu!

Jangan nunggu ini banyak sekali, jangan nunggu menggunakan jas hujan atau jangan nunggu hujan reda. Menyikapi hujan memang beragam. Beberapa pengendara motor sering menggunakan jas hujan saat hujan telah turun dan beberapa lainnya menggunakannya sebelum hujan turun. Saranku, gunakan sebelum hujan tersebut benar – benar akan turun. Kamu bisa melihatnya dari jalan sebelah kanan atau arah berlawanan dengan tujuanmu. Jika dari arah tersebut beberapa orang telah mengenakan jas hujan atau pun beberapa mobil sudah kelihatan basah, sepertinya sudah saatnyalah kamu menggunakan jas hujan. Karena ketika kamu menggunakannya saat hujan turun, keadaan jalan akan sangat ramai dan kamu akan susah untuk mencari tempat berteduh. Selain itu jika hujannya cukup deras, mungkin kamu akan ke hujanan terlebih dahulu sebelum tuntas mengenakannya. Noted ya ?

Oh ya, selain sesegera mungkin mengenakan jas hujan jangan juga menunggu hujan reda. Karena saat hujan reda jalanan akan macet! Ya, hal tersebut dikarenakan beberapa pengguna jalan lainnya juga sedang menunggu hal yang sama. Jadi ketika hujan telah reda pengendara lainnya tersebut berbondong – bondong untuk segera melanjutkan perjalanan. Apalagi bagi pengendara motor, saat hujan adalah saat dimana jalanan penuh dengan pengendara mobil.

Sabar

Sabar, ini merupakan hal terpenting saat menghadapi hujan di jalan. Sempat beberapa hari yang lalu saat aku berangkat ngampus dan saat itu keadaan sedang hujan – hujannya, beberapa tips diatas sudah aku lakukan dengan benar mulai dari cek ramalan cuaca, pasang bag cover, gunakan jas hujan dari rumah dan segala pernak – perniknya dan perjalanan pun dimulai.

Ketika sampai di pom bensin dekat rumah ku ada sepeda motor keluar dari area pom bensin tersebut. Sampai disini sepertinya tidak ada masalah hingga selang beberapa waktu ketika aku akan melintas pintu keluar pom bensin tersebut ternyata si pengendara sepeda motor mulai keluar area pom bensin dengan berjalanan ke bagian tengah jalan. Mungkin saat itu karena pintu keluar terdapat genangan air dia tanpa sadar melewati genangan tersebut dengan berjalan ke tengah tanpa melihat belakang apakah ada pengendara lain atau tidak. Nahas, aku yang ada tepat di belakangnya langsung mengerem mendadak. Ban belakang sepeda motorku sempat beberapa kali montang – manting hampir jatuh karena keadaan jalan yang licin disebabkan oleh hujan. Untungnya, aku dapat mengendalikan sepeda motorku tersebut dan sama sekali tidak menggunakan rem depan. Saat itu juga aku menegur si pengendara tersebut, selain dia tidak memperhatikan orang di belakangnya dia juga tidak menyalakan lampu sein. Beberapa pengendara juga menegurnya dengan hal yang sama.

Dari peristiwa tesebut dapat diambil kesimpulan bahwa berkendara dengan mengutamakan keselamatan dan kesabaran adalah hal yang penting. Jangan sampai karena ulah kita sendiri, kita malah membuat celaka diri sendiri dan orang lain. Ya paling tidak saat berkendara dalam keadaan hujan hindari berkendara dengan kecepatan tinggi dan zig zag. Alon penting kelakon~

Nah diatas beberapa pernak – pernik ketika hujan turun, simple dan jangan sampai kamu mengalami hal yang sama seperti yang aku alami. Ada tips lain mungkin ? 😀

Featured image : http://yudibatang.com/

Bagikan artikel di :

Tulis Komentar

Komentar