dalam Cerita

Ini Tak Semudah Yang Kalian Bayangkan

Hidup kadang tak sejalan dengan apa yang kita bahkan saya  rencanakan. Kadang ketika kita berbuat orang lain hanya menilai apa yang kita perbuat tersebut. Ironis memang ketika penilaian tersebut hanya melihat dari sebelah mata saja, sedangkan bagian lainnya hanya dianggap sebagai hiasan semata.

Tak hanya itu juga hal yang terlihat “sedikit keliru” terkadang menjadi sangat negatif ketika dihadapkan dengan orang lain dan herannya yang benar – benar terlihat positif dan bermanfaat kadang dilupakan begitu saja.

Menjadi aktivis apalagi di sekolah atau kampus merupakan suatu hal yang menurut saya sesuatu yang luar biasa dan itu memang bisa menjadi sebuah pelajaran dan tentunya menambah pengalaman dalam kehidupan nyata terutama bagaimana sih memanajemen waktu yang baik, menjadi pemimpin yang mengerti anggota dan rasa bertanggung jawab serta dedikasi yang tinggi terhadap tugas yang diberikan.

Ini tak semudah yang kalian bayangkan

Ketika menjadi seorang aktivis saya harus bergelut dengan beberapa orang dan berbagai macam sifat orang hanya untuk mengadakan sebuah acara. Ya sekecil apapun kegiatannya saya selalu membesarkan acara tersebut sehingga semangat itu agar tetap ada dan terjaga. Sekecil apapun sumber daya yang ada team ini tetap berusaha menjadikan yang terbaik dalam pelaksanaannya.

Belajar dari kesalahan

Keringat, waktu dan uang yang terbuang tidak menjadikan saya menyerah dan mengalah pada keadaan. Menjadi pembenah evaluasi dan pelaksana tugas lagi – lagi menjadikan saya dan kami harus lebih maju dari sebelumnya. Tak khayal setiap kegiatan dan acara selalu kami barengi dengan evaluasi di akhir kegiatan. Kami tidak mengeluh, kami hanya mencoba memperbaiki yang telah terjadi untuk yang terbaik kedepannya.

Kritik itu baik, tapi…

Evaluasi tersebut memang hal yang utama dan menurut saya adalah yang paling penting. Bagaimana tidak, tanpa adanya kritik saya dan tetunya kami tidak akan pernah maju nantinya. Kritik itu baik, tapi kadang kritik menjadi hal yang buruk ketika penyampaiannya yang salah. Menghargai sesama manusia menurut saya bukan suatu hal yang susah apalagi menghargai orang yang memang benar – benar memiliki umur diatas kita. Berbicaralah yang baik dalam mengungkapkan pendapatmu, tanpa itu saya rasa sebaik apapun kritik yang disampaikan tak akan pernah menjadi suatu kritik akan tetapi hanyalah menjadi suatu penyulut emosi. Dan bagi saya, sepatutnya dengan hal sekecil itu tak perlu tersulut emosi. Ingat, saya hanya pelaksana dan pelayan tidak lebih 🙂

Lagi – lagi ini tak semudah yang kalian bayangkan

Berat memang dan ketika kita di posisi peserta atau hanya sebagai tamu hendaknya ktia berfikir balik bagaimana jika kita menjadi posisi mereka. Sulit memang dan yang menjadikan sulit dan kerap menjadi masalah adalah komunikasi yang salah tentunya hal ini harus tetap dibarengi dengan rasa menghormati sesama manusia.

Tidak ada kegiatan yang sia – sia selama kita menilainya positif, menjadi bagian dari suatu kegiatan sah – sah saja dan menjadi orang yang memberikan kritik justru sangat diagungkan. Kembali pada jika kita di posisi mereka ini tak semudah yang kalian bayangkan.

Bagikan artikel di :

Tulis Komentar

Komentar