dalam Cerita

Di era yang serba cepat dan modern ini sepertinya internet menjadi salah satu kebutuhan pokok ‘tambahan’ yang harus dipenuhi oleh masyarakat modern. Bagaimana tidak hampir semua aktifitas dapat dilakukan dengan menggunakan internet. Bayar pulsa, bayar listrik, bayar kreditan motor, bayar asuransi, transfer bulanan ke pacar #eh, dan lain-lain dapat dilakukan dengan layanan bernama internet. Tinggal dulak dulek, semua beres!

Apalagi bagi kalangan pelajar (termasuk mahasiswa) sampai dengan pekerja yang memanfaatkan internet untuk bekerja. Sepertinya internet tersebut harus benar-benar tersedia di depan mereka!

Kalau bisa kita lihat, di Indonesia terdapat beberapa operator atau provider penyedia internet. Selain kecepatan yang dapat dibilang cepat, harga murah, kehandalan, dan service yang memadahi menjadi tolak ukur tersendiri bagi konsumen yang akan menggunakan jasa internet tersebut.

Nah, kemudahan dan kenikmatan memiliki internet sendiri memang merupakan suatu keuntungan. Menurutku selama ada akses internet, apapun bisa menghasilkan uang dan apapun bisa dicari di internet #positif

Pendaftaran Pertama

Karena “rumusan masalah” diataslah akhirnya aku memutuskan untuk berlangganan internet sendiri dirumah. Selain kebutuhanku terhadap internet sangat tinggi dan kalau dipikir-pikir jika harus menggunakan hotspot lewat HP terus menerus malah tambah bengkak di pulsa nantinya. Selain itu menggunakan HP sebagai modem akan membuat umur dari si HP tersebut semakin pendek apalagi di sisi baterainya.

Singkat cerita, mulailah aku mencari-cari penyedia jasa internet (Fiber). Cari sana sini, tanya kesana kemari dan ternyata rumahku belum terjangkau oleh jaringan internet. Sedih 🙁

Tapi tenang, aku tidak putus asa sampai disitu. Lagi – lagi berbekal internet aku mencari informasi tentang penyedia jasa internet yang mantap! Ketemulah dengan nama Indihome. Indihome merupakan suatu trobosan dari Telkom dengan menggunakan teknologi fiber dengan slogan 100% Fiber. Jadi, kalau kamu dulu pernah mendengar namanya Speedy, nah Speedy tersebut perlahan akan digantikan dengan Indihome.

Sekilas jika dilihat memang tarif Indihome dibandingkan dengan beberapa penyedia jasa internet lainnya cenderung lebih mahal. Tapi apa mau dikata, sepertinya ini memang jalan terakhir.

Pertama kali aku mendaftar Indihome adalah melalui website Registrasi Indihome . Dulak dulek sana sini masukkan alamat dan data pribadi dan selesai sudah proses pendaftaran. Seperti yang disampaikan melalui website pendaftaran setelah proses pendaftaran selesai akan dikirimkan sebuah email konfirmasi.

Beberapa hari kemudian aku ditelpon oleh pihak Indihome (Telkom) terkait permintaan pemasangan baru tersebut. Informasi yang disampaikan bahwa jaringan di tempatku belum tersedia dan aku disarankan untuk melakukan voting di website Vote Indihome.

Dengan senang hati dan penuh harapan aku melakukan vote melalui website tersebut. Benar saja, selang beberapa jam aku di telpon oleh pihak Telkom lagi. Dalam percakapan tersebut aku ditanya mengenai data diri termasuk No. KTP dan memastikan bahwa aku memang benar-benar melakukan voting.

Pendaftaran Kedua

Sip, sampai tahap itu rasa optimis bahwa sebentar lagi di rumahku akan terpasang Wifi berkecepatan 10 Mbps semakin tinggi. Aku sungguh tidak sabar menantikannya karena sebentar lagi aku bisa mengakses internet tanpa perlu ketempat-tempat wifi gratisan atau bahkan Wifi ID.

Pendaftaran pertama tersebut kalau aku tidak salah aku lakukan tepat pada akhir bulan Oktober 2015. Beberapa minggu setelahnya aku tidak mendapat kabar apa-apa lagi tentang status berlanggananku. Ah mungkin masih di proses, pikirku.

Entah kebetulan atau bagaimana, pada hari Minggu saat aku pergi ke Car Free Day alias CFD di Taman Bungkul, Surabaya. Disana terdapat beberapa orang sales yang menawarkan paket Indihome. Bicara kesana kemari terkait keluhanku, akhirnya mereka menyanggupi untuk memasang internet dirumahku. Jika dilihat harga dari website dan harga dari sales atau marketing memang lebih murah dari sales tersebut.

Sipp, harapanku terhadap internet cepat kembali muncul. Sempat kedua sales tersebut meminta data diriku sampai mereka datang ke kampus untuk memfoto KTP yang aku miliki.

Dan hari itu juga, sorenya beberapa orang dari Indihome datang ke rumah memastikan status berlanggananku dan mereka mengatakan maksimal satu bulan internet tersebut akan dipasang dirumahku. Mantap bro!

Pendaftaran Ketiga 🙁 ….

Entah aku yang kurang sabaran atau bagaimana. Waktu sebulan tersebut berlalu dengan sendirinya, hingga pada akhirnya pada sekitaran awal Januari 2016 aku mulai mendaftar lagi melalui website Indihome akan tetapi hasilnya, dirumahku masih belum terpasang jaringan Fiber super cepat tersebut.

Hingga akhirnya aku diperkenalkan oleh salah satu orang sales dari Indihome. Dia melayaniku dengan sabar, bahkan aku ditelpon dan terus di follow up tentang rencanaku untuk mendaftar padanya. Sungguh, orang tersebut sangat sabar melayani keinginanku untuk segera berlangganan Indihome. Salut!

Proses pendaftaran selesai, lagi dan lagi pihak Indihome menyampaikan bahwa di komplek perumahanku belum tercover jaringan Indihome. Sedih ? Biasa saja.

Akhir Cerita ~

Waktu pun berlalu, hari dan bulan-bulan ku lalui dengan memanfaatkan hotspot di HPku. Lumayanlah paling tidak sebulan aku habis pulsa 400.000 – 500.000 hanya untuk membeli paket data.

Dan… Oke, sepertinya sudah saatnya aku bergerak kembali! 😀

Aku kembali mencoba membuka website Indihome.

Ternyata dikomplekku sudah terpasang jaringan Indihome! Luar biasa! Tapi kenapa aku belum dihubungi ya ? 🙁

Akhirnya aku mendaftar kembali di website Indihome. Lama, tidak ada respon ataupun email konfirmasi walaupun si operator telah menghubungiku.

Setelahnya aku putuskan untuk ke kantor Telkom. Mendaftar dan mengadukan keluhanku. Pendaftarannya gampang, pelayanannya juga mantap. Kembali harapan akan internet cepat tersebut muncul. Petugas tersebut menunjukkan ketersediaan jaringan Indihome yang berjarak sekitar 50-60 meter dari rumahku. Langsung saja, dengan sigap aku nyatakan aku akan mendaftar.

Segala persyaratan telah aku penuhi. Sampai dengan tanda-tangan pada beberapa lembar kertas diatas materai. Oke, hari itu aku pulang dengan sangat senang, petugas tersebut menyampaikan pemasangan maksimal adalah satu minggu bro!

Siapp, satu minggu mah sebentar. Kemarin-kemarin aku menunggu berbulan bulan malahan, pikirku.

Minggu demi minggu pun berlalu, internet di rumahku tetap menggunakan hotspot dari HP.

Baiklah, aku coba memanfaatkan telpon dari 147. Aku tanyakan status pendaftaranku, dan betapa terkejutnya bahwa jaringan tersebut TELAH PENUH. Dan aku disarankan untuk melakukan vote.

Perlu kamu ketahui, sebelum-sebelumnya aku juga pernah melakukan komplain baik melalui email maupun live chat sampai dengan Twitter. Yang ditanyakan sama, berapa nomor registrasi ku ?

Dari pertama aku mendaftar Indihome, sepertinya aku tidak pernah mendapatkan nomor registrasi bahkan saat aku menandatangani materai tersebut tidak tertulis berapa nomor registrasiku. Aneh memang…

Akhirnya aku coba melakukan vote lagi untuk komplekku tersebut. Dan hasilnya …

Hasil Vote Indihome

Hasil Vote Indihome

Eeaaaa, benar saja. Karena memang komplek rumahku sudah tercover jaringan Indihome secara otomatis aku tidak bisa melakukan vote lagi. Lalu kenapa aku disarankan untuk melakukan vote ? 🙁

Hingga sekarang pun, aku masih setia menggunakan hotspot di HP ku. Ya, walaupun tarifnya lumayan mahal dan sering membuat HP ku kepanasan paling tidak dia masih setia 😀

p.s : artikel ini bukan bermaksud menjatuhkan atau menjelekkan pihak lain akan tetapi murni pengalaman ku pribadi. Terima kasih

Bagikan artikel di :

Tulis Komentar

Komentar