dalam Cerita, Ngeblog

Menjadi penilai di tes calon panitia Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau panitia OSPEK merupakan hal baru bagiku. Pasalnya sebelum-sebelumnya aku hanya menjadi seorang panitia OSPEK di kampusku. Jika dilihat ada yang berbeda antara OSPEK di kampusku dengan OSPEK pada umumnya. Di kampusku, OSPEK disebut dengan Orientasi Kehidupan dan Kampus (OKK). Bukan hanya namanya saja yang berbeda dengan orientasi kampus pada umumnya, akan tetapi kegiatan yang diadakanpun berbeda dari orientasi kampus lainnya.

Panitia OSPEK ?

Pertama kali aku menjadi panitia OKK yaitu pada tahun 2014, pada saat itu aku menjabat sebagai Kolega Senior (KS). KS sendiri memiliki tugas untuk mendampingi teman-teman Mahasiswa Baru (MABA) selama mengikuti kegiatan orientasi kampus dan selama satu tahun berada di kampus. Kebayang bukan tugas dari seorang KS ? Memastikan bahwa adik-adik yang dibimbingnya menerapkan budaya yang ada di kampus dengan baik dan dapat beradaptasi di lingkungan kampus. Selain itu KS merupakan seorang kakak yang akan membantu adik-adiknya jika mengalami kesulitan saat menghadapi masalah yang berkaitan dengan kampus.

Tahun kedua tepatnya pada tahun 2015 aku kembali menjadi panitia OKK. Lebih tepatnya aku pernah menjadi calon tiga besar ketua OKK 2015 walapun pada akhirnya aku tidak sempaat terpilih menjadi ketua 😀 Dari tiga orang tersebut, dua orang temanku masing-masing menjadi ketua dan wakil. Bukan hal yang mengecewakan memang, tapi aku kemudian mendapatkan peran yang menurutku sesuai dengan passion dan hobby ku yaitu menjadi Sie Acara di kegiatan orientasi kampus tersebut. Bukan karena aku yang suka “ngatur-ngatur” orang akan tetapi karena aku lebih suka berinteraksi dengan banyak orang yang menjadikanku nyaman menempati posisi tersebut. Tugas Sie Acara sendiri yaitu memastikan jalannya acara sesuai dengan rencana dan tentunya Sie Acara juga bertugas mengatur seluruh kegiatan orientasi kampus tersebut. Paling tidak, Sie Acara adalah orang yang sering nongol di setiap kegiatan orientasi tersebut.  😀 Oh ya, aku tidak sendirian ketika menjabat posisi tersebut, ada temanku yang juga menempati posisi tersebut yang merupakan partner ku sebagai Sie Acara.

Kaderisasi

seleksi panitia okk 2016

Proses Seleksi Presentasi

Kembali ke pokok bahasan dimana aku menjadi penilai di tes calon panitia OSPEK tersebut. Aku rasa memang waktu dan kesempatan yang ada sangatlah cocok sekali. Secara tidak langsung aku bisa menyampaikan kekurangan di tahun sebelumnya untuk kader panitia mendatang. Lalu ? Ya, setidaknya mereka yang “masih muda” tersebut memiliki inovasi yang lebih segar  dari pada kami yang sudah waktunya lulus selain itu dapat tergambar dengan jelas tugas mereka ketika telah terpilih menjadi panitia OKK nantinya 🙂 .

Dari keseluruhan peserta yang mengikuti tes presentasi tersebut, banyak diantaranya menyajikan terobosan baru untuk kegiatan OKK. Selain itu sikap kritis khas mahasiswa banyak terlihat di tahapan seleksi tersebut, seperti ketika menyampaikan pendapat mengenai kekurangan dan kelebihan kegiatan tahun lalu, hal-hal yang kurang didapatkan ketika diperkuliahan, dan masalah-masalah lain yang mereka hadapi ketika mereka menjadi mahasiswa baru. Secara keseluruhan, para peserta berniat memberikan perubahan yang lebih baik untuk kegiatan OKK mendatang. Selain hal tersebut beberapa pertanyaan juga aku sampaikan terkait kesiapan mereka dalam menjadi panitia OKK serta motiviasi apa yang mendasari mereka mendaftar menjadi panitia OKK. Seperti yang aku bilang, OSPEK ditempatku berbeda dengan ditempat lain. Selain kami membimbing teman-teman MABA, terlebih dahulu kami sebagai panitia akan dibina selama kurang lebih satu bulan untuk menyambut teman-teman baru kami tersebut. Secara kesiapan, satu bulan adalah waktu yang lumayan cukup untuk kami saling mengenal, memperdalam pengetahuan kampus, dan menyiapkan segala kebutuhan terkait kegiatan OKK tersebut. Kegiatan pembinaan tersebut selain berfungsi menyajikan skenario terbaik ketika pelaksanaan OKK juga berfungsi sebagai filter terhadap kegaitan yang akan dilakukan. Lebih tepatnya, para panitia OKK akan (harus) merasakan kegiatan yang dirancang sebelum menerapkannya pada hari H. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan (perploncoan, penyimpangan, kekerasan dll 🙁 ) tidak terjadi pada pelaksanaan OKK termasuk didalamnya kepanitiaan OKK harus membuat buku panduan yang berisi rangkaian kegiatan, tata tertib, dan pengetahuan umum tentang materi yang akan disampaikan pada kegiatan OKK.

Pelatihan

Bagi mereka yang dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi, selanjutnya mereka akan mengikuti pembekalan selama lebih dari satu bulan. Selain pembekalan mereka juga akan mengikuti kegiatan Training of Trainer (TOT). Kegiatan TOT ini sendiri diikuti oleh panitia OKK baru dan bapak ibu dosen yang nantinya juga bertugas dalam kegiatan OKK tersebut. Kegiatan TOT juga sebagai gambaran terhadap kegiatan OKK Outdoor yang akan dilakukan nantinya.

Bisa dilihat dari seluruh peserta yang mengikuti tes, aku rasa mereka memiliki semangat yang positif dan semangat yang luar biasa! Ya, semoga OKK tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ku doakan! 🙂

 

Bagikan artikel di :

Tulis Komentar

Komentar