dalam Cerita

Dia sedang duduk disudut sana. Sendiri, hanya bertemankan sebuah ponsel yang bermerek mahal yang bahkan segelintir orang disekolah ini yang memilikinya. Bagaimana aku harus memulai? Apakah hanya diam seperti ini itu cukup untuk mengenalnya lebih jauh seperti yang aku inginkan? Pertanyaan itu selalu menghampiriku seraya mataku sesekali meliriknya.

Kapten Ekskul basket, gitaris band terkenal sekolahku, masuk didalam 50 kategori anak pintar disekolah, cakep, tajir, populer dan terlahir dari keluarga terpandang. Apa yang kurang darinya? Pantas saja, bukan hanya aku yang mengaguminya. Bukan hanya aku yang menjadi Secret Admirer-nya, ingin rasanya aku berteriak “GALIH, AKU MENYUKAIMU, AKU MENGAGUMIMU. BAHKAN LEBIH DARI ITU SEMUA!!”

“Ngelamunin apa sih Send?” Ucap temanku yang tanpa ku tau datangnya darimana.
“Itu tuh” Aku menunduk dan bibirku sengaja ku majukan menunjuk seseorang yang aku maksud didepan sana.

“Oh, si Prince Mimpimu?” Cetus Melody sambil tersenyum-senyum.
“Iya Mel, siapa lagi kalo bukan ‘PRINCE MIMPIKU’. Cuma dia yang slalu menganggu otakku sampai detik ini” Ucapku kesal. “Mel, kamu mau gak bantuin aku?” lanjutku .

Ya Prince Mimpiku merupakan julukan yang aku beri pada Kak Galih walaupun lebih tepatnya My Secret Admirer.

“Bantu apa sih Send?  Apapun itu pasti aku bantu kok” Ucapnya dengan senyum khas Melody.

“Bantuin aku dong untuk deket sama Kak Galih, Kamu kan deket sama Kak Galih. Bantuin aku yah Mel? Please . . .dari pada aku galau gini terus nih mel” Rayuku pada sahabatku yang cantik jelita ini.

Dia juga sama-sama terkenalnya disekolah sama seperti Kak Galih yang  sangat aku kagumi. Melody merupakan leader di team cheers leader , dia juga anak orang kaya. Yah walaupun dia anak orang kaya, tapi dia sangat rendah hati apalagi dia sangat dermawan kepada orang yang ada disekitarnya.

“Gini loh Send, Bukannya . . .” Belum selesai dia berbicara aku langsung saja memotong pembicaraannya.

“Bukannya apa? Kamu pasti mau bantuin aku kan? Ayolah Mel. Yayaya?” Pintaku dengan wajah memelas.

“Oke deh kalau begitu” Dijawabnya dengan sedikit keraguan yang dapat ku lihat dari bola matany. Tapi aku tak menghiraukan itu, yang jelas aku sudah mempunyai langkah awal untuk ngedeketin Kak Galih.

Dari nomor Handphone, Hoby, Nama Facebook dan Twitter. Lama-lama aku dapatkan semuanya dari bantuan Melody. Hanya cukup satu hari saja Melody bisa mendapatkan itu. Sedikit ada yang mengganjal dihati, tapi tak ku hiraukan. Yang penting, sedikit demi sedikit aku sudah bisa mendapatkan informasi pribadinya lewat Facebook maupun Twitter-nya.

“Sendy? Gimana misimu. Lancarkah?” Ucap Melody sahabatku dan mendekati aku yang sedang duduk-duduk di taman.

“Sepertinya Kak Galih udah punya Pacar deh Mel” Ucapku lirih.

Entah kenapa, semenjak aku meminta bantuannya untuk mendapatkan informasi tentang Kak Galih akhir-akhir ini kurasa sifat Melody berubah drastis padaku.
“Ya udahlah Sendy, lupain aja ‘PRINCE MIMPIMU’ itu. Lagian dia juga gak kenal kan sama kamu? ” Ucap Melody dengan nada terputus-putus.

“Aku rasa saranmu bener banget Mel, cinta sepihakku dengan ‘PRINCE MIMPIKU’ cukup sampai disini. Dia gak tau akan diriku, dia juga mungkin gak mengenalku walau kita satu sekolah. Aku gak sepopuler kamu Mel” Ucapku pada sesosok sahabatku yang aku anggap beruntunglah bisa berteman dengannya.

“Gak segitunya juga kali Sendy” ia menghiburku sambil memegang pundakku.

***

Tanpa ku sengaja aku melihat pesan dari Kak Galih di Handphone-nya Melody. Sedekat itukah Melody dengan kak Galih? Tapi aku yakin, itu nomor Handphone kak Galih yang Melody kasih keaku kemarin.

Rasa penasaranku semakin memuncak. Aku bermain kerumah Melody yang bisa dibilang rumahnya cukup mewah dibanding dengan rumahku.

Tanpa sengaja ku ambil Handphone Melody yang sedari tadi berdering. Karna Melody sedang berada dikamar mandi.

“Melody ada SMS!!” Teriakku dari kamar Tidur Melody yang bersebelahan dengan Kamar Mandinya

“Biarin aja Sen, palingan SMS nyasar” Ucapnya menjawab pertanyaanku.
Dan Handphone Melody kembali berdering lagi, mungkin ini pesan penting. Tanpa ku sengaja ku buka 3 SMS yang semua berisikan sama
“Jangan lupa Nanti malam (Galih)” Nafasku hampir berhenti saat membaca pesan itu. “Galih?” lagi-lagi aku tak percaya. Apakah yang dimaksud pesan tersebut adalah Galih Kartika Aji. Kakak kelas XII IPS 1 yang sering ku juluki sebagai ‘PRINCE MIMPIKU’ itu?

Apakah ini mimpi? Apakah ini namanya sahabat? Apakah ini pengkhianatan? Apakah semua ini terjadi seperti apa yang ku fikirkan selama ini? Batinku mulai bergejolak.
”Ah tidak mungkin, ini pasti ada sesuatu!” gumamku.

Tiba-tiba Melody keluar dari kamar mandinya, aku langsung cepat-cepat mengembalikan Handphone-nya ketempat semula.

“Mel, itu tadi ada 3 SMS masuk?” Ucapku dengan raut wajah sewajar-wajarnya. Ku anggap tadi tidak pernah terjadi apa-apa, karna memang aku belum tau kebenarannya

“Apakah kau membaca SMSnya?” Tanya Melody dengan terkejut

“Nggak kok Mel, tadi aku kepencet tapi nggak aku baca kok” Ucapku dengan tersenyum seolah tak terjadi apa-apa. Aku nggak ingin berprasangka buruk terhadap sababatku. Persabatan yang telah aku bangun selama 2 tahun semenjak aku SMP itu tak semestinya begitu saja bubar tanpa aku ketahui kepastiannya.
“Mel, aku pulang dulu yah” Ucapku meminta pamit kepada Melody.

“Loh kok cepet banget sih Send, kan kamu baru dateng?” Ucapnya heran.

“Tadi Mama sms aku Mel, aku disuruh Mama pulang. Sampai ketemu besok disekolah yah Mel?” Ucapku seraya keluar dari Kamar Tidur Melody, dengan lambaian tangan Khas kami berdua.

Oh God! Apa benar Galih yang mengirim pesan tadi adalah Galih PRINCE MIMPIKU? Semua akan terjawab nanti malam, nanti malam aku harus kerumah Melody diam-diam dan melihat kejadian yang sebenarnya.

***

Jarum jam ditanganku telah menunjukkan kearah pukul 19.30. Mungkin kalo jam segini Kak Galih udah datang. Ku ambil kunci motor Mio J ku, dan aku langsung menuju kerumah Melody. Di malam ini rumahnya tampak terlihat sepi, kemana orangnya? Ku pencet bel yang terdapat disamping pintu rumah itu. Tak ada yang keluar. Kucoba pencet lagi. Dan keluar tante Enik, mamanya Melody.

“Malem tante. Melody nya ada nggak?” Tanyaku pada tante Enik seraya mencium tangannya

“Oh, nak Sendy nyariin Melody. Itu Melody ada digudang sama temennya” Ucap tante Enik seraya menunjuk kearah gudang “Kamu kesana aja gih. Melodynya ada disana kok. Apa perlu tante temenin?” Lanjutnya lagi

“Gak usa tante. Aku kesana sendiri aja . Makasih tante” Ucapku sambil tersenyum.

“Ya udah. Tapi kamu harus kesana yah? Jagain Melody, takutnya kenapa-kenapa lagi disana” pintanya.

“Iya tante” Ucapku seraya meneruskan langkah ku menuju gudang yang dimaksud.
“Ngapain mereka digudang. Apa mungkin mereka? Aduh fikiran ku kok jadi gini sih” gerutu ku sedari tadi. Ocehanku berhenti saat aku didepan pintu. “Buka, Nggak, Buka, Nggak. Buka ajalah, aku ingin tau apa yang terjadi dibalik pintu ini” gumamku.

Kemudian ku buka pelan-pelan pintu gudang yang memang tak dikunci ini. “Waduh? Kok gelap ? Kemana Melody? Mungkin tante Eni salah gudang kali” Ucapku dan kembali berbelok untuk kembali bertanya ke tante Eni. Baru satu langkah ku berjalan, rasanya ada yang menarikku tanganku untuk masuk kedalam gudang. Aku teriak histeris ketakutan.
Tiba-tiba lampu dinyalakan. Semua temanku terdapat disni Dan semuanya bernyanyi.

“Happy Birthday Sendy. Happy Birthday Sendy. Happy Birthday, Happy Birthday. Happy Birthday Sendy” Setelah semua bernyanyi mereka semua bertepuk tangan dan tiba-tiba dua buah tangan memegan erat kedua tanganku. Aku menoleh kearahnya, dan….
“Kak Galih??? Loh Kak Galih kok ada disini dan Kak Galih ada apa ini sebenarnya?”

Dan tiba-tiba Melody berteriak “CieCie Sendy, yang lagi pegangan tangan sama PRINCE MIMPINYA” Semuanya tertawa dan aku hanya malu menundukkan kepala seraya cengar cengir sedari tadi.

“Eh, semua. Kita tinggalin Sendy berduaan sama Kak Galih yuk?” Teriak Melody.

“Eh, Loh Mel. Kamu kok gitu sih. Jangan dong!” Ucapku.

“Yakin nih gak mau? Yakin gak mau ditinggal berdua sama PRINCE MIMPIMU. hahah” Ucap Kak Galih smabil tertawa.

“Kalo Iya bilang aja Iya Send, gak usah muna gitulah sama temen sendiri” Ucap Melody tertawa lebar dan seraya keluar bersama teman lainnya meninggalkan kami berdua.

“Happy Birthday Sendy” Ucap Kak Galih dan menyodorkan sebuah kado dan surat

“Makasih Kak. Apa kakak udah tau semuanya?” Tanyaku heran

“Tentu, Melody sudah menceritakan semuanya. Boleh kakak minta tolong untuk dibuka suratnya ?” Tanya Kak Galih

“Boleh kak” kemudian ku Buka surat yang ada didalam Amplop berwarna merah hati itu. Mataku terbelalak melihat isi surat yang bertuliskan “MAUKAH KAMU MENJADI PACARKU, SENDY?”
Oh God, semua terasa mimpi. Ternyata Melody gak sejahat yang ada difikiranku. Aku terdiam sejenak.

“Kok gak Dijawab sen?” Tanya kak Galih

“Ini gak bohongan kan Kak?” Aku balik tanya ke Kak Galih. Tiba-tiba dia memegang erat tanganku kembali. Aku terkejut cuma hanya bisa diam..
“Apakah ini mimpi?” Tanyaku dalam hati.

“Masih bilang Kakak bohong? Harus berapa kali lagi Kakak memegang erat tanganmu supaya kamu percaya?” ujarnya.

“Eh, Loh kok gitu. Nggak kak aku percaya kok” jawabku.

“Terus?” Tanya Kak Galih lagi

“Aku mau jadi pacar Kakak” jawabku dengan agak dengan sedikit malu-malu.

Aku bukanlah Secret Admirer nya lagi, Dia nyata untukku bukan sebagai pengagum rahasia lagi. Fikiranku terhadap Melody, harusnya aku nggak berfikiran seperti itu. Harusnya aku berterima kasih kepadanya. Dia telah membuat aku dan Kak Galih jadian, dan dia yang udah membuat kejutan ini. “Terima kasih Melody kau adalah sahabat terbaikku” batinku dalam hati.

Cerpen ini merupakan salah satu artikel yang saya posting waktu lomba blog tingkat provinsi loh, dan Alhamdulillah mendapatkan juara 1. Terima kasih buat temen temen yang dulu telah mendukung saya . Ini untuk kalian semua.

Semoga terhibur dan tunggu cerita menarik lainnya dari saya . cheersss 😀

*all photo in this post original by : Andhika Maheva W

Bagikan artikel di :

Tulis Komentar

0 Komentar

Webmentions