dalam Ngeblog

Masa sekolah adalah masa dimana saya dan mungkin Anda mengalami berbagai hal menarik, dari mulai pertemanan, persahabatan, perselisihan karena hal – hal sepele sampai yang saat ini marak adalah pacaran ya walaupun kayaknya nggak semuanya mengalami 😀

Di jenjang Sekolah Menengah Atas, rasa – rasanya merupakan masa dimana cerita – cerita waktu menginjak masa ABG sangatlah susah untuk dilupakan terlebih lagi ketika Anda dan mungkin saya berkumpul lagi dengan teman – teman yang dulu berada di bangku sekolah yang sama atau nggak usah jauh – jauh deh dengan teman – teman yang sekarang sama – sama menginjak bangku kuliah atau malah yang sudah berada di lingkup dunia kerja serta yang sudah saling berkeluarga. Pasti ketika ada kesempatan, masa sekolah atau masa SMA yang akan dibahas bareng – bareng. Bukannya nggak ada topik bahasan akan tetapi ya masa – masa itu memang nggak ada habisnya untuk diceritakan kembali. Terlebih bagi mereka yang mempunya cerita – cerita menarik semasa berada di bangku SMA.

Masih ingat betul  waktu itu saya lulus tahun 2013 di salah satu SMA di kota kecil Jawa Timur. Perjuangan sebelum benar – benar lulus terasa sangat berat bahkan membuat saya hampir putus asa, berkali – kali saya jatuh sakit dikarenakan terlalu lelah untuk mengikuti setiap rutinitas. Bagaimana tidak, setiap hari saya harus masuk sekolah jam 6 pagi untuk mengikuti pelajaran tambahan sebelum UN (Ujian Nasional) dan dilanjut pelajaran biasa yang berakhir sekitar jam 3 sore dan kemudian dilanjutkan lagi untuk BIMBEL (Bimbingan Belajar) disalah satu LBB terkemuka di kota saya. Setelah itu malamnya melanjutkan untuk belajar mandiri dirumah dan ditambah juga adanya try out untuk melihat seberapa jauh kemampuan yang ada.

Ya, itu berlangsung hampir setiap hari saat saya menginjak kelas 3 SMA. Mungkin bukan saya saja yang merasakannya tapi hampir semua teman – teman saya yang saat itu juga menginjak kelas 3 SMA dan mungkin juga rekan – rekan yang saat ini baru menjalani UN. Capek ya ?

Tapi dibalik itu semua sadar nggak kalau ada seseorang yang mengharapkan kita dapat lulus dengan baik, walaupun terkadang saat itu terlihat sangat kejam sekali hanya demi mendapatkan sebuah ijazah melalui ujian yang berlangsung hanya beberapa hari. Ya, beliau merupakan orang tua saya dan orang tua Anda yang setiap hari selalu memberikan motivasi dan dorongan untuk terus bersemangat dalam menghadapi UN. Beliau juga yang senantiasa mengingatkan untuk selalu berdoa mulai dari sholat 5 waktu sampai sholat tahajud untuk melengkapi usaha yang telah kita lakukan. Nah, sampai disitu rasanya semangat kembali di charge  lagi. Rasa capek tiba – tiba hilang dan kemudian semangat kembali muncul untuk tetap tegar menghadapi ujian 😀

Banyak cerita atau bahkan suatu bahasan tentang Ujian Nasional. Masak lulus di tentukan hanya melalui ujian yang berlangsung beberapa hari saja ? Padahal prosesnya udah bertahun – tahun. Eittss, siapa yang bilang proses tersebut juga tidak dinilai ? Dinilai kok, malahan itu menjadi hal yang menentukan banget kalian lulus atau tidaknya. Menurut saya ujian nasional tidak hanya sekedar “penentu kelulusan” tapi bagaimana kita dapat jujur terhadap diri sendiri.

Tahun 2013, Ujian Nasional digelar dengan 20 kode soal. Bayangkan 20 Kode ?? 4 Kode aja kayaknya udah susah banget ya ? 😀 . Ya, tapi dari situ saya usahakan untuk tidak mencontek ataupun melakukan perbuatan curang. Prinsip saya, ya bisa nggak bisa dikerjain toh Tuhan nggak bakal sejahat itu kok untuk hambanya yang mau jujur 🙂

Ini berlangsung sampai saya menginjak bangku kuliah, seorang teman pernah bertanya kepada saya. “Kamu pinter ya, ujian selesai duluan ?” Tanya dia. “Nggak juga, aku ngerjain yang aku bisa dan nggak perlu khawatir dengan hasilnya toh itu semua hasil kerja kerasku dan aku nggak perlu khawatir dengan contekan yang bakal memperpanjang waktu pengerjaan karena rasa gelisah itu” jawabku. Dan memang benar, hasilnya nggak buruk banget kok masih sempat dapat nilai A 🙂

Kembali lagi, saya bukan orang yang cerdas atau pintar bukan kok. Tapi saya orang yang takut “gagal” untuk kesekian kalinya. Ya, dulu waktu SD saya adalah orang yang sangat pemalas bahkan belajar pun nggak mau. Tapi sekarang, ya namanya ujian harus belajar coba tumbuhkan rasa cemas ketika ujian kalian nggak belajar dan sesuatu yang buruk akan datang #Abaikan 😀

Hingga beberapa minggu pengumuman kelulusan pun tiba. Waktu itu rasanya seperti hari – hari penjatuhan hukuman, antara takut kalau nanti nggak lulus tapi juga rasa senang kalau nanti lulus saya bakal jadi MAHASISWA. Dan Alhamdulillah ternyata saya dinyatakan lulus 100% dengan yah nilai yang nggak buruk – buruk banget kok.

Banyak yang merayakan kelulusan tersebut dengan berkonvoi keliling kota dengan baju yang dicorat – coret. Dan saya ? saya hanya dirumah nonton tv dengan keluarga itu saja 🙂

Pernah nggak kebayang saat melakukan konvoi, diluar sana banyak anak yang kurang seberuntung kita untuk mendapatkan sebuah pendidikan. Bahkan untuk membeli sebuah seragam pun mereka harus bersusah payah banting tulang kesana – kemari untuk mendapatkanya. Ya ada baiknya seragam yang kita gunakan sebelumnya tersebut dapat disumbangkan kepada orang yang kurang mampu. Paling tidak itu dapat meringankan beban mereka selain itu kita juga akan mendapatkan sebuah imbalan berupa pahala 🙂

Kalau nggak ada waktu untuk meyumbangkannya, rekan – rekan tetap bisa menyimpannya dirumah kok siapa tau nanti dari salah satu keluarga ada yang membutuhkan atau nanti ada suatu kegiatan yang mengharuskan Anda untuk menggunakan baju SMA kembali.

Ya, benar sekali beberapa hari yang lalu tepatnya di acara Diesnatalis kampus saya diadakan bazar untuk meramaikan acara tersebut. Tak tanggung – tanggung beberapa tema disuguhkan dalam acara tersebut, dalam acara tersebut saya mewakili Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI). Dan hebatnya, rekan – rekan dari Himpunan memilih mengambil tema pendidikan. Tentunya dengan tema pendidikan ini, kami harus tampil sebagai seorang guru, pelajar dan mahasiswa.

Antusiasme tersebut sangat heboh, saya dan rekan – rekan himpunan saya lainnya menggunakan “seragam SMA”  lebih tepatnya saya menggunakan seragam pramuka dan beberapa rekan – rekan saya lainnya menggunakan seragam putih abu – abu dan ada juga yang menggunakan batik SMA. Disini terlihat sekali bahwa ketika masa – masa indah tersebut telah berlalu tapi untuk menggunakan seragam SMA pun kami juga masih sangat ingin melakukannya.

 

Walaupun saya tidak begitu terlihat, tapi yakinlah saya berada disana dan ikutan foto juga 😀 #HMSI #StikomSurabaya #ExploreTogether

A photo posted by Andhika Maheva Wicaksono (@andhikamaheva) on


Nah diatas merupakan foto dari kegiatan Diesnatalis kampus saya. Keren ya ? 😀 Siapa bilang masa SMA hanya berakhir dengan corat – coret baju setelah kelulusan ?

Bagi rekan – rekan yang tahun ini akan menghadapi pengumuman kelulusan, yuk isi kegiatan tersebut dengan nilai positive. Sebelum UN berlangsung saja kita melakukan doa bersama sudah sepatutnya di akhir kita juga harus melakukan bentuk syukur atas nikmat tersebut selain itu pastinya mengurangi hal – hal yang tidak diinginkan.

Masa depan kalian masih panjang, justru inilah awal dari kehidupan kalian nantinya. Selamat menjadi seorang calon mahasiswa bagi rekan – rekan yang berencana melanjutkan kejenjang perguruan tinggi dan bagi yang memiliki jalan lain semoga selalu diberikan kemudahan dan kelancaran.

Percaya deh, tanpa corat – coret kalian tetap terlihat keren kok dan sewaktu – waktu kalian ingin mengenang masa – masa indah tersebut semuanya masih tersimpan rapi 🙂 Tetap  rendah hati ya!

Ilustrasi gambar : sindonews.com

Bagikan artikel di :

Tulis Komentar

Komentar